JAKARTA - PT Matra Tri Abadi selaku pemegang saham pengendali PT Folago Global Nusantara Tbk kembali memperkuat cengkeramannya di perusahaan melalui aksi beli saham besar‑besaran. Aksi ini menunjukkan kepercayaan pengendali terhadap prospek emiten, yang juga sempat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan pengembangan usaha signifikan pada akhir tahun lalu.
Pengendali Borong Saham IRSX Senilai Puluhan Miliar
Pada 12 Februari 2026, Matra Tri Abadi membeli sebanyak 113,19 juta saham IRSX dengan harga per saham sekitar Rp570, sehingga total nilai pembelian diperkirakan sekitar Rp64,52 miliar. Transaksi ini dilaporkan sebagai upaya penambahan porsi kepemilikan langsung atas saham perseroan untuk memperkuat kendali.
Sebelum transaksi ini, Matra Tri Abadi tercatat memiliki 3,529,673,000 saham atau sekitar 56,98 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Setelah menyelesaikan pembelian, porsi kepemilikan meningkat menjadi 3,642,863,000 saham atau sekitar 58,8 persen, memperkokoh posisi pengendali atas perusahaan.
Manajemen perseroan menyatakan bahwa langkah ini dilakukan semata untuk menambah kepemilikan saham sebagai bagian dari strategi jangka panjang, sambil menegaskan bahwa Matra Tri Abadi akan tetap mempertahankan kendali atas arah perusahaan.
Aksi Korporasi dan Pergerakan Kepemilikan Terbaru
Sebelumnya, Matra Tri Abadi juga aktif melakukan penyesuaian kepemilikan saham IRSX. Pada 9 Februari 2026, tercatat kenaikan porsi sebesar 129,673,000 saham atau sekitar 2,1 persen dari total saham pada level harga sekitar Rp500 per saham, sehingga persentase kepemilikan naik dari 54,88 persen menjadi 56,98 persen.
Aksi pembelian saham oleh pengendali ini cenderung menunjukkan sinyal positif ke pasar, karena investor sering menyikapi insider buying sebagai penanda bahwa pengelola internal percaya harga saat ini menarik dibandingkan potensi nilai jangka panjang.
Kinerja IRSX Sebelum Aksi Pembelian
Langkah Matra Tri Abadi memperkuat porsi saham datang di tengah periode di mana IRSX mencatatkan kinerja keuangan yang membaik secara signifikan pada kuartal III 2025. Meski pendapatan menurun tajam dibandingkan periode sebelumnya, laba bersih perseroan melonjak ratusan hingga ribuan persen terkait efisiensi biaya operasional dan penurunan beban pokok penjualan.
Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan, IRSX mencatat pendapatan bersih sekitar Rp207,3 miliar hingga September 2025, turun dari periode sama tahun sebelumnya. Namun, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat drastis menjadi Rp23,44 miliar, naik lebih dari seribu persen dari periode sama tahun lalu.
Kenaikan laba bersih ini sebagian didorong oleh efisiensi operasional dan penguatan struktur biaya, yang membuat beban pokok pendapatan turun signifikan serta laba bruto meningkat pesat.
Perkembangan Ekspansi dan Strategi Bisnis IRSX
Selain perbaikan fundamental keuangan, IRSX juga giat melakukan ekspansi di berbagai lini usaha. Setelah perubahan nama dari PT Aviana Sinar Abadi Tbk, perusahaan ini mulai fokus pada bisnis teknologi digital, multi‑channel networking (MCN), live streaming, dan konten kreatif dengan membidik peluang di berbagai platform digital.
IRSX juga terlibat dalam kolaborasi industri kreatif melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) untuk co‑invest lebih dari 10 film layar lebar sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha serta penguatan posisinya di sektor hiburan dan konten digital.
Selain itu, perseroan memperkuat jaringan kreator melalui kerja sama dengan selebriti nasional, memperluas potensi monetisasi dan basis audiens di sektor MCN.
Relevansi Aksi Pengendali bagi Investor dan Pasar
Aksi beli saham senilai puluhan miliar oleh pengendali di tengah momentum pertumbuhan laba dan ekspansi strategis sering diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa pihak internal percaya pada prospek jangka panjang perusahaan. Hal ini potensial mempengaruhi sentimen investor, terutama di pasar modal yang sangat responsif terhadap aksi insider.
Investor ritel maupun institusional yang memantau pergerakan kepemilikan saham juga dapat melihat langkah ini sebagai indikasi bahwa pengendali IRSX berkomitmen memperkuat kontrol sekaligus mendukung rencana korporasi yang lebih luas, termasuk kemungkinan aksi korporasi lanjutan seperti rights issue ataupun strategi modal lainnya.