JAKARTA - Grab Indonesia dan OVO meluncurkan inovasi baru untuk memastikan anak-anak di sekolah-sekolah wilayah Tangerang Raya mendapatkan makanan bergizi dengan lebih mudah dan efisien.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berbasis teknologi ini memanfaatkan UMKM sebagai penyedia makanan dan mitra pengemudi Grab untuk mengantarkan makanan langsung ke sekolah.
Dalam program ini, teknologi memainkan peran penting, dimulai dari pemesanan hingga pengantaran. Setiap sekolah yang terlibat dalam program ini memesan makanan untuk satu minggu ke depan melalui aplikasi yang telah disediakan, sehingga jumlah porsi yang dibutuhkan jelas dan dapat dipersiapkan dengan matang oleh penyedia makanan lokal.
UMKM, yang menjadi mitra dalam program ini, akan mendapatkan informasi yang memudahkan mereka dalam perencanaan pembelian bahan baku dan proses produksi yang efisien.
Pengantaran makanan ke sekolah dilakukan oleh mitra pengemudi Grab yang telah dipilih berdasarkan kinerja mereka. Selain itu, untuk menjaga kualitas makanan dan kebersihan, teknologi juga diterapkan dengan pemasangan kamera pengawas di dapur UMKM yang memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.
Meningkatkan Efisiensi Proses dengan Teknologi
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi digunakan dalam setiap tahapan, mulai dari pemesanan hingga pengantaran makanan.
"Dari awal pemesanan, guru atau PIC di sekolah sudah menggunakan aplikasi untuk memesan kebutuhan makanan untuk satu minggu ke depan. Jadi sudah jelas berapa porsi yang dibutuhkan dan bisa ditata dari awal," ujar Tirza.
Dengan sistem ini, UMKM dapat melakukan perencanaan belanja bahan baku secara lebih efisien. Mereka tahu persis apa yang dibutuhkan untuk setiap minggu, sehingga dapat menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengiriman.
Distribusi Makanan yang Terjadwal dan Terpantau
Setelah makanan diproduksi, pengantaran dilakukan oleh mitra pengemudi Grab yang telah dilatih khusus untuk program MBG. Mitra pengemudi ini dipilih berdasarkan kinerja mereka dan dijadwalkan secara sistematis.
"Pengemudi sudah diberi informasi jam pengambilan di dapur UMKM dan jam pengantaran ke sekolah, sehingga semuanya terjadwal dan bisa dimonitor," jelas Tirza.
Sistem ini memastikan bahwa pengantaran makanan tepat waktu dan dalam kondisi baik, serta memastikan pengawasan yang lebih mudah.
Pengawasan Kualitas dan Kebersihan Dapur UMKM
Untuk memastikan kualitas makanan yang dikirim ke sekolah-sekolah terjaga, Grab dan OVO juga memasang kamera pengawas (CCTV) di dapur-dapur UMKM yang bekerja sama. Dengan adanya sistem ini, jika ada pelanggaran terhadap standar kebersihan, seperti tidak menggunakan masker atau hairnet, segera diberikan pengingat.
"Jika terlihat ada standar yang kurang sesuai, misalnya tidak menggunakan masker atau hairnet, bisa langsung diberikan pengingat," tambah Tirza.
Sistem berbasis teknologi ini meminimalkan potensi kesalahan manusia dan memastikan bahwa seluruh alur pengiriman makanan berjalan dengan transparansi. Mulai dari jumlah porsi yang dikirim, yang dikonsumsi, hingga pengembalian alat makan, semuanya tercatat dan bisa dimonitor secara langsung.
Menjangkau 40 Sekolah dengan Manfaat untuk 4.500 Siswa
Program MBG ini dijalankan di 40 sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Secara keseluruhan, ada sekitar 4.500 siswa yang akan mendapatkan manfaat dari program ini.
Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan akses makanan bergizi, tetapi juga mendukung pelaku UMKM dalam memperoleh pasar yang lebih luas.
Program CSR yang Mendukung Ekspansi MBG Pemerintah
Program MBG ini juga didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Grab dan OVO.
Dengan demikian, program ini menjadi bagian dari inisiatif pemerintah dalam memperluas jangkauan program MBG, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi yang tepat.